Selembar kertas dan Setangkai pena - Prologue
SELEMBAR KERTAS DAN SETANGKAI PENA Gadis itu menyesap kopinya yang sudah setengah habis. Digoreskannya setangkai pena diatas selembar kertas, dengan perlahan. Dengan lihai, tangan mungilnya menari-nari, seolah tahu pasti apa yang ditulisnya. Sudah menjadi kebiasaan Sarah sejak bangku sma, ia akan berkunjung ke Cafe Dallas lalu menulis surat kepada seseorang yang ia taksir . Layaknya remaja 18 tahun lainnya, Sarah juga memiliki seseorang yang ia dambakan di hati. Perbedaannya adalah, Sarah memilih surat sebagai alat komunikasinya dengan seseorang tersebut. Sarah tidak menggunakan media handphone ataupun alat elektronik lainnya untuk menyampaikan perasaannya kepada orang itu. Kalau kalian bertanya-tanya "Apa Sarah punya handphone?" Ya, Sarah memiliki handphone. Tetapi ia memilih surat daripada handphone. Karena ia pikir, surat tidak seperti handphone, surat menunjukkan se...