Selembar kertas dan Setangkai pena - Part 2

SELEMBAR KERTAS DAN SETANGKAI PENA

          Angin berhembus dengan perlahan, merayu setiap insan untuk bermalas malasan. Matahari tampak malu-malu untuk muncul, ia malah bersembunyi di belakang awan. Angin yang telah terdominasi oleh asap rokok, berhembus di rooftop dengan tenangnya.
          Deva segera melempar rokok yang sudah ia hisap, lalu menginjaknya. Jika kalian bertanya apa yang dilakukan laki laki berperawakan tinggi dan berambut hitam legam ini. Ia hanya melakukan rutinitasnya disaat ia sedang rindu. Ya, rindu.
          Mungkin jika kalian melihat kondisi Deva secara fisik. Kalian bisa beranggapan kalau hidup Deva sudah sempurna. Ya, memiliki orang tua yang utuh dan berkecukupan, memiliki banyak penggemar, berprestasi, dan memiliki wajah yang rupawan. Apa lagi yang kurang?
          Secara fisik, Deva mungkin memang sempurna. Tetapi hatinya? Ia merindukan sesuatu. Lebih tepatnya seseorang. Tidak, seseorang tersebut bukan kekasihnya apalagi mantan kekasihnya. Orang tersebut adalah, sahabatnya. Ya, sahabat perempuan Deva yang berhasil mencuri hati Deva. Ini sudah lebih dari 12 tahun sejak orang itu pergi, meninggalkan Deva dalam kesenduan, tanpa mengucapkan setidaknya selamat tinggal.
          Tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi pada gadis itu. Tidak ada yang tahu bagaimana kabarnya atau dimana dia berada. Yang jelas, Deva merindukan gadis itu. Mungkin kalian bertanya-tanya, bagaimana Deva dapat jatuh cinta pada usia yang sangat belia yaitu 6 tahun, bukan? Karena tidak, Deva tidak jatuh cinta pada gadis itu pada saat ia masih berumur 6 tahun. Karena seperti kata orang, "Cinta itu butuh proses". Deva juga melalui proses untuk dapat mencintai gadis itu. Dimulai dari persahabatan anak-anak, rasa rindu yang tak ada habis-habisnya, dan akhirnya jatuh cinta.
          Pada awalnya, Deva bingung akan datangnya rasa itu. Ia bertanya-tanya pada dirinya sendiri, "Perasaan apa ini?". Dan akhirnya, waktu membantu Deva mengungkap perasaan itu. Ia jatuh cinta pada sahabatnya, Cassandra Meilyndra.
          Sesungguhnya, Deva bahkan tak ingat dengan lekuk wajah Sandra. Berhubung terakhir kali ia bertemu Sandra adalah 12 tahun yang lalu. Tetapi walaupun ia tak terlalu ingat dengan wajah manis Sandra, nama Sandra selalu muncul di hari hari Deva.
          "Apa kabar kamu disana San?" Tanya Deva di dalam kesunyian.
          Di tengah-tengah kesunyian itu, tiba tiba saja senyum Deva mengembang disaat dia menatap ke bawah. Ia tersenyum.
          Jika kalian bertanya untuk siapa senyum itu? Jawabannya adalah,
          Untuk Sarah.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selena Gomez - Perfect [LYRIC]

The way i loved you