Selembar kertas dan Setangkai pena - Prologue

SELEMBAR KERTAS DAN SETANGKAI PENA

          Gadis itu menyesap kopinya yang sudah setengah habis. Digoreskannya setangkai pena diatas selembar kertas, dengan perlahan. Dengan lihai, tangan mungilnya menari-nari, seolah tahu pasti apa yang ditulisnya.
          Sudah menjadi kebiasaan Sarah sejak bangku sma, ia akan berkunjung ke Cafe Dallas lalu menulis surat kepada seseorang yang ia taksir. Layaknya remaja 18 tahun lainnya, Sarah juga memiliki seseorang yang ia dambakan di hati. Perbedaannya adalah, Sarah memilih surat sebagai alat komunikasinya dengan seseorang tersebut. Sarah tidak menggunakan media handphone ataupun alat elektronik lainnya untuk menyampaikan perasaannya kepada orang itu. Kalau kalian bertanya-tanya "Apa Sarah punya handphone?" Ya, Sarah memiliki handphone. Tetapi ia memilih surat daripada handphone. Karena ia pikir, surat tidak seperti handphone, surat menunjukkan seberapa besarnya perjuangan orang yang menulis surat itu.
          Angin berhembus, mengelus-elus kulit Sarah. Berhubung Sarah memilih meja yang tempatnya out-door, angin dapat menyentuh kulit halus Sarah sepuasnya. Kertas yang sudah ditulis oleh Sarah pun jatuh dari tangannya. Terbang menuju kaki meja nomor 17 alias meja yang berada tepat di seberang kanan meja Sarah. Dengan cekatan, ia berusaha mengambil kembali kertas miliknya. Namun kalah cepat dengan seseorang yang sekarang kakinya berada tepat di depan wajah Sarah. Sarah mendongak, mencoba melihat wajah seseorang yang menggagalkan aksi menyelamatkan kertasnya tersebut. Namun pada saat itu juga, orang tersebut berdiri memunggungi dirinya.
          Sarah segera kembali ke tempat duduknya, seraya mendengus pelan. "Huh, emangnya dia tidak tahu apa? Aku kan buat surat itu mati-matian" Kesalnya dalam hati. Sarah mencoba menghiraukan ujian ini, dan kembali menaruh perhatiannya pada secangkir kopi miliknya. Sarah rasa hal tersebut bukan masalah yang amat besar. Ia masih bisa membuatnya lagi nanti. Tapi ada satu hal yang tidak muncul di benak Sarah. Bagaimana kalau seseorang itu mendapatkan dan membaca suratnya, yang sebenarnya ditujukan untuk orang lain?



"Karena semuanya berawal dari selembar kertas dan setangkai pena"


P.S : Dan secangkir kopi 😋

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selena Gomez - Perfect [LYRIC]

The way i loved you