Selembar kertas dan Setangkai pena - Part 1

SELEMBAR KERTAS DAN SETANGKAI PENA

          David memusatkan perhatiannya kepada tumpukan kertas dan 4 tangkai bunga mawar yang ia temui di dalam lokernya. Kejadian seperti ini sudah sangat biasa bagi David, seperti yang kita tahu di kampusnya, David adalah salah satu mahasiswa yang cukup terkenal. Bukan hanya karena parasnya, namun juga karena David adalah mahasiswa berprestasi. Ia juga cukup aktif dalam olahraga. Maka dari itu, David menjadi salah satu senior yang memiliki banyak penggemar.
          Jadi, kalian bisa tebak sendiri dari mana surat-surat itu datang. Tentu saja, dari penggemar penggemar fanatic yang ia miliki. Setiap hari, ia bersama teman temannya, Noel dan Calvin, akan sibuk membuang belasan surat yang mereka temukan dalam loker mereka masing masing. Sama seperti David, Noel dan Calvin juga termasuk salah satu mahasiswa populer.
          David menatap surat tersebut satu per satu, tanpa sama sekalipun ia baca atau sekedar membukanya. Ia tersenyum miris melihat salah satu surat, yang bertuliskan "Untuk Deva" dengan tinta merah muda cerah. Ia tak habis pikir, kalau mereka sebenarnya ingin menyampaikannya ke Deva alias kembarannya? Kenapa tidak langsung saja?
          David mendecak sebal. Dengan kedua tangannya, ia menggulungkan semua surat-surat itu menjadi satu gumpalan. Setelah ia rasa kopinya sudah habis, ia bangkit dari kursinya dan berjalan menuju pintu cafe. Tapi, tiba tiba saja ia tersandung. David segera melihat ke bawah, dan dilihatnya sepatu miliknya tersandung selembar kertas. "Tertinggal satu? Kurasa sudah dikumpulkan semuanya?" Tanya David di dalam hati.
          Ia pun mengambil kertas tersebut, yang belum diberikan penghias sama sekali. Aneh, biasanya surat yang didapatkan David sudah lengkap dengan hiasan dan amplop cantik. Namun ini berbeda, surat itu bisa dibilang belum selesai. Dan untuk pertama kalinya, David membaca salah satu surat yang mungkin ditujukan untuknya.

Rasanya tidak adil, aku mencintaimu walau kau tak tahu aku
Hanya karena insiden kecil, kau bisa mencuri hatiku
Entah kapan kau akan tahu aku, Wahai kau pria sempurna?



-S

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selena Gomez - Perfect [LYRIC]

The way i loved you